Ditulis oleh: Nafil Fawwaz R.
Pengalaman ini dilakukan langsung oleh santri Ponpes Yaqutun Nafis pada saat kegiatan Ponpes libur, yang pada saat itu semua santri dibolehkan untuk pulang kampung dengan senang dan juga tenang. Tetapi juga semua santri yang sudah diberi pesan oleh pengasuh dan juga pengurus ponpes untuk selalu menjaga nama baik Ponpes dimanapun berada.
Ada tiga santri yang mempunyai inisiatif untuk membawa nama Ponpes ke atas puncak gunung. Mereka sudah merencanakan kegiatan ke atas puncak suatu gunung dengan sangat matang, tetapi ada terbelesit pemikiran untuk membawa nama Ponpes Yaqutun Nafis ke atas puncak suatu gunung. Jadi pada akhirnya mereka sepakat untuk naik ke atas puncak gunung dengan membawa bendera milik Pondok Pesantren.
Hari kamis sore semua perlengkapan sudah dipersiapkan secara matang. Dari mulai Mental, kesehatan hingga logistik yang sudah mereka kira kira cukup dari awal perjalanan naik hingga turun kembali. Mereka semua berangat dari rumah pada sore menjelang sore dengan keadaan jalanan yang sedikit ramai karena banyak pekerja yang pulang dari tempat kerja dan juga ada yang sekedar jalan santai menikmati sore. Sampai di basecamp, mereka semua melakukan istirahat dengan cukup hingga waktu perjalanan yang sudah ditentukan oleh pihak basecamp.
Sampailah pada waktu yang sudah ditentukan oleh piihak basecamp untuk memulai perjalanan ke puncak gunung tersebut. Ditengah perjalanan yang sudah banyak menguras tenaga, mereka bertiga (para santri) masih semangat karna sudah tertanamnya niat untuk membawa nama Ponpes ke atas puncak. Dengan parjalanan yang semakin lambat karna jalanan yang terjal dan semakin menipisnya oksigen, mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk melakukan istirahat setiap 20 menit sekali untuk mengisi tenaga mereka denga minum air yang cukup dan juga memakan beberapa snack yang mereka bawa.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama dan juga melelahkan mereka akhirnya samai juga di pos akhir sebelum masuk ke bagian puncak, dengan keringat yang bercucuran dan juga nafas yang tersenggal mereka akhirnya hampir sampai menuju titik terakhir mereka yaitu Puncak. Pada saat beristirahat di pos, mereka mencium aroma belerang yang sangat menyengat dan juga membuat beberapa pendaki menggunakan masker yang sudah dipersiapkan diawal sebelum melakukan perjalanan. Bau yang menyengat tersebut membuat tekad beberapa pendaki menurun karena semakin mereka naik maka akan semakin menyengat juga bau belerang tersebut, yang akhirnya banyak yang menunggu hingga tubuh mereka beradaptasi dengan bau tersebut sehingga tidak membuat mereka kehilangan fokus para pendaki. Tetapi mereka bertiga (para santri) tetap bertekad penuh untuk cepat sampai dipuncak untuk mengibarkan bendera Ponpes dan membawa nama baik Ponpes.
Sampailah mereka dipuncak pada saat metahari terbit dan juga pada saat puncak masih belum teralu ramai dengan para pendaki sehingga membuat mereka bertiga (para santri) leluasa mengambil foto dengan gaya mereka sendiri dan juga dengan pose inti yaitu foto bersama bendera Ponpes Yaqutun Nafis

