Ditulis Oleh: Nafil Fawwaz R.
Kehidupan santri di pesantren tidak selalu serius dengan kitab, hafalan, dan kegiatan ibadah. Di balik jadwal yang padat, sering muncul kejadian-kejadian lucu yang menjadi kenangan tak terlupakan. Begitu pula yang sering terjadi di Ponpes Yaqutun Nafis. Para santri kadang menghadirkan cerita-cerita sederhana yang membuat suasana pesantren menjadi lebih hidup.
Berikut beberapa kisah lucu yang pernah terjadi di lingkungan santri.
Cukur Massal yang Tidak Jadi Massal
Suatu hari diumumkan bahwa akan diadakan cukur massal untuk para santri. Tujuannya tentu saja untuk menjaga kerapian dan kedisiplinan. Begitu pengumuman disampaikan, para santri mulai saling berbisik.
Awalnya terlihat banyak yang berkumpul di tempat cukur. Namun entah bagaimana, satu per satu santri mulai “menghilang”. Ada yang tiba-tiba ingat ingin ke kamar mandi, ada yang merasa harus mengambil kitab di kamar, bahkan ada yang mendadak terlihat sangat sibuk dengan kegiatan yang sebelumnya tidak pernah terlihat.
Ketika proses cukur dimulai, ternyata yang benar-benar duduk di kursi tukang cukur hanya beberapa santri saja. Sementara yang lain… sudah tidak terlihat lagi keberadaannya.
Akhirnya cukur yang awalnya disebut “massal” berubah menjadi “cukur terbatas”, sementara santri yang minggat pura-pura tidak tahu apa-apa ketika ditanya.
Pemanggilan Santri yang Mokel di Bulan Puasa
Bulan Ramadhan biasanya menjadi waktu yang penuh berkah di pesantren. Namun tidak bisa dipungkiri, kadang ada saja santri yang “mokel” atau diam-diam tidak berpuasa.
Suatu hari, pengurus mengumumkan bahwa akan ada pemanggilan santri yang ketahuan mokel. Mendengar pengumuman tersebut, suasana pesantren langsung berubah.
Santri yang merasa tidak bersalah terlihat santai. Namun yang merasa pernah “melakukan sesuatu” mulai gelisah. Ada yang pura-pura sibuk membaca kitab, ada yang tiba-tiba terlihat sangat rajin mengaji, bahkan ada yang mendadak menjadi paling rajin shalat sunnah.
Saat nama-nama mulai dipanggil, beberapa santri hanya bisa tersenyum kecut. Teman-temannya yang melihat dari jauh justru menahan tawa. Kejadian ini akhirnya menjadi bahan cerita yang sering dikenang oleh para santri.
Imam Salah Halaman di Pendopo
Kisah lucu lainnya terjadi saat shalat berjamaah di pendopo bersama pengasuh. Seorang santri yang dipercaya menjadi imam tentu merasa bangga sekaligus gugup.
Shalat pun dimulai dengan khusyuk. Namun ketika membaca Al-Qur’an, tiba-tiba bacaan imam terdengar agak berbeda. Bukan karena suaranya jelek, tetapi karena halaman yang dibaca ternyata tidak sesuai dengan kelanjutannya.
Santri tersebut rupanya salah menghafalkan halaman Al-Qur’an. Ia sempat berhenti sejenak, mencoba mengingat bacaan yang benar, sementara makmum di belakang mulai saling melirik.
Walaupun sedikit gugup, shalat tetap berjalan hingga selesai. Setelah itu, teman-teman santri langsung menggoda sang imam dengan penuh canda. Sang imam hanya bisa tersenyum malu sambil berkata, “Tadi halaman Qur’annya yang salah, bukan hafalannya.”
Kenangan yang Tak Terlupakan
Kejadian-kejadian seperti ini menjadi warna tersendiri dalam kehidupan santri. Meski sederhana, cerita-cerita lucu tersebut sering menjadi kenangan yang selalu diingat bahkan setelah lulus dari pesantren.
Di balik kesibukan belajar dan beribadah, kehidupan santri juga penuh dengan kebersamaan, tawa, dan cerita yang menghangatkan hati. Itulah salah satu hal yang membuat kehidupan di pesantren selalu dirindukan.
Ponpes Yaqutun Nafis bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat lahirnya banyak kenangan indah yang akan selalu dikenang oleh para santri.
