Program Pemerintah MBG di Ponpes Yaqutun Nafis

Penulis : Muhammad Adib I

Salah satu program pemerintah yang masuk ke Pondok Pesantren Yaqutun Nafis pada pertengahan semester Tahun Ajaran 2025–2026 adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dikelola oleh pemerintah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai upaya memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa.

Tujuan utama diadakannya program MBG adalah untuk meningkatkan gizi masyarakat, mencegah masalah kesehatan, meningkatkan kehadiran serta prestasi belajar murid di sekolah, sekaligus memberdayakan UMKM dan perekonomian lokal.

Pada November 2025, petugas SPPG datang ke Ponpes Yaqutun Nafis menjelang waktu Zuhur dan berhenti di teras aula ponpes. SPPG yang bertugas berasal dari Petambakan, Madukara, Banjarnegara. Pada kesempatan tersebut, mereka mendatangkan ratusan ompreng MBG dengan menu utama ayam kecap.

Menu yang diberikan bersifat bervariasi, sehingga para santri tidak merasa bosan dengan menu yang sama setiap hari. Para santri Ponpes Yaqutun Nafis pun merasa sangat bersyukur karena mendapatkan program pemerintah ini, meskipun ponpes baru menerima program MBG beberapa bulan setelah program berjalan.

Di beberapa instansi lain, program MBG tidak dilaksanakan pada hari Sabtu dan Ahad. Namun, di Ponpes Yaqutun Nafis, MBG tidak dilaksanakan pada hari libur pondok, yaitu Jum’at dan Ahad.

Pelaksanaan MBG di Ponpes Yaqutun Nafis dilakukan ketika mobil boks SPPG datang membawa ratusan ompreng berisi makanan dengan gizi seimbang. Ompreng tersebut diturunkan di depan asrama putra untuk santri putra, kemudian di Hall Ponpes Yaqutun Nafis untuk santri putri. Pembagian dilakukan menjelang waktu Zuhur, yaitu waktu yang tepat sebelum kegiatan belajar.

MBG dibagikan secara merata kepada seluruh santri. Setelah makanan dikonsumsi, setiap empat ompreng diikat menjadi satu, dikumpulkan, lalu dibawa kembali ke dapur SPPG untuk dibersihkan dan digunakan kembali keesokan harinya.

Program MBG dibiayai dari pajak rakyat, dikelola oleh pemerintah, dan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk layanan pemenuhan gizi. Program ini dapat dikatakan cukup efektif karena menguntungkan banyak pihak, mulai dari pemerintah, karyawan, pedagang, petani, hingga masyarakat secara luas.

Pada awal tahun 2026, program MBG telah mencakup lebih dari 60 juta penerima. Isu-isu yang beredar terkait MBG, seperti kasus keracunan massal, disebabkan oleh kurangnya ketelitian Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pengawasan, kontrol kualitas, dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP). Namun, selama program MBG dilaksanakan di Ponpes Yaqutun Nafis, tidak ditemukan gejala apa pun dan pelaksanaannya berjalan aman.

Demikian sekilas gambaran mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ponpes Yaqutun Nafis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *