PPL Santri Ponpes Yaqutun Nafis di Desa Paseh

Oleh : Ardellia Kamil

Kelompok PPL di desa Paseh kali ini hari dan jadwal keberangkatannya sama dengan kelompok sebelumnya, yaitu kelompok yang berangkat ke desa Kesenet. Mereka berangkat bersama menuju tempat mereka ditugaskan masing-masing. 3 santri yang ditugaskan di desa Paseh ini adalah Atna, Silvia, dan Syifa. Armada pondok pesantren ini berangkat menuju desa Kesenet, Paseh, dan yang terakhir di Wanadadi. Perjalanan terasa sangat asyik karena mereka berangkat ber-ramai ramai, tak terasa armada mereka pun tiba di desa Paseh Banjarmangu.

Sama seperti kelompok sebelum-sebelumnya sesampainya mereka di desa Paseh, para santri langsung pergi ke masjid untuk melaksanakan deresan Al Qur’an secara bersama. Para santri mengajak anak anak TPQ di desa ini untuk mengikuti deresa Al Qur’an ini. Tidak hanya para anak anak TPQ setempat yang mereka ajak, mereka juga mengajak santri santri dari MA Al Fatah yang kebetulan juga PPL di desa Paseh ini, tepatnya di dusun Kepyar.

Deresan Al Qur’an berlangsung dengan khidmat, mereka membaca Al Qur’an bersama dan saling menyimak satu sama lain dengan khusyuk, sampai mereka tidak terasa waktu sudah hampir mendekati adzan maghrib. Salah satu guru TPQ mengarahkan agar anak anak berkumpul untuk dibagikan takjil dan berbuka puasa bersama dengan santri santri PPL dari Pondok Pesantren Yaqutun Nafis maupun MA Al Fatah.

Setelah berbuka bersama dengan anak anak TPQ dan beberapa warga lainnya, guru TPQ membolehkan anak anak TPQ untuk pulang ke rumah masing masing untuk bersiap-siap melaksanakan sholat berjamaah.

Seusai sholat jamaah isya dan tarawih selesai, para santri bersiap-siap untuk menyiapkan acara pengajian yang diisi oleh Gus Attabik Hasan Ma’ruf dari Pondok Pesantren Al Fatah. Para santri yang bertugas mulai menyiapkan diri masing masing, mereka membagi tugas menjadi MC, pembacaan ayat suci Al Qur’an dan lainnya. Sebelum pengajian dimulai, ada sedikit sambutan dari ustadz Hasyim Mufid yang memang saat itu bertugas untuk menjadi pendamping kelompok PPL ini.

Pada pengajian malam hari ini Gus Attabik membahas tentang hal-hal yang membatalkan puasa, agar para warga desa tau dan tidak bingung sebenarnya hal apa saja sih yang bisa membatalkan puasa ini? Maka disinilah Gus Attabik membahas semuanya, memberi pemahaman kepada warga desa yang masih kurang tau.

Pengajian berjalan dengan lancar sampai selesai acara, para santri dipersilahkan ber-istirahat di salah satu rumah warga agar mereka tidak bangun kesiangan esok pagi untuk melaksanakan sahur.

Di pagi hari seusai sahur mereka bersiap-siap pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. Setelah jamaah subuh selesai, salah satu santri memberikan sedikit kultum kepada para warga. Di kultum ini salah satu santri yang bertugas, membahas tentang perintah puasa, puasa pada bulan jihad, bulan kesabaran, dan bulan kasih saying. Para warga mendengarkan kultum pagi ini dengan sangat baik, mereka seolah senang dengan kehadiran para santri santri PPL ini. Apalagi di dusun Kepyar desa Paseh ini ada 2 kelompok santri yang sedang melaksanakan tugas PPL, santri SMK Al Fatah dari Ponpes Yaqutun Nafis dan santri MA Al Fatah dari Ponpes Al Fatah.

Para warga merasa senang karena dengan kehadiran santri yang melaksanakan PPL ini suasana desa menjadi sangat hangat, lantunan ayat suci Al Qur’an menggema di toa masjid desa, anak anak TPQ semangat mengaji karena banyak santri santri PPL, suasana desa tahun ini menjadi merasa ramai, menjadi berkah karena kedatangan para santri ini yang ikut meramaikan kegiatan positif di desa ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *