PPL Santri Ponpes Yaqutun Nafis di Desa Kesenet

Oleh : Ardellia Kamil

Seperti sebelumnya, kegiatan PPL para santri Yaqutun Nafis masih terus berjalan hingga hari ke-8 bulan ramadhan. Setiap kelompok masih sama terdiri dari 3 santri, santri yang bertugas pada PPL kali ini adalah Davana, Elsya, dan Aura. Pada hari ke 8 ini tidak hanya 1 kelompok saja yang berangkat PPL, melainkan ada 3 kelompok lainnya yang juga berangkat pada desa-desa berbeda lainnya.

Kelompok kali ini berangkat menggunakan kendaraan yang dimili pondok, karena 3 kelompok ini juga kebetulan berangkat di satu arah yang sama. Mereka semua berangkat dengan penuh rasa tak sabar untuk segera sampai dan melaksanakan tugas PPL ini.

Sesampainya disana para santri langsung pergi ke masjid Al Hidayah di Desa Kesenet Banjarmangu, mereka melangsungkan kegiatan tadarus. Tak hanya para santri saja yang saling menyimak, namun warga desa juga ikut serta dan sangat antusias menyimak bacaan Al Qur’an dari para santri ini, dari kegiatan inilah kebersamaan antara santri dan masyarakat menciptakan suasana yang hangat di sore hari pada bulan yang mulia ini.

Hingga tak terasa waktu sudah mendekati adzan maghrib, para santri dipersilahkan berbuka puasa di salah satu rumah warga di desa ini. Mereka berbuka puasa bersama dengan beberapa warga juga yang ikut serta berbuka dengan para santri.

Setelah selesai berbuka mereka segera pergi ke masjid dan melaksanakan sholat maghrib berjamaah, dilanjutkan jamaah isya dan sholat tarawih. Salah satu program PPL kali ini adalah mengadakan pengajian dari pihak pondok pesantren, salah satu ustadz dari pondok pesantren datang ke Desa tersebut untuk mengisi pengajian selepas sholat tarawih selesai.

Para santri PPL ini bertugas untuk mengisi dan membantu dalam acara pengajian ini, mereka bertugas menjadi MC, membaca tilawah dan lain sebagainya. Dalam pengajian kali ini Ustadz Paino Subarkah yang bertugas untuk mengisi, Ustadz Paino menyampaikan kajian yang berisi tentang rukun islam yang sangan penting bagi orang muslim dan menjadi tiang dari agama islam. Ustadz Paino juga membahas remaja zaman sekarang yang mulai terbawa pergaulan yang tidak baik, Ustadz Paino menyarankan para warga agar lebih diperhatikan lagi dalam mengawasi pergaulan anak anak mereka, dan Ustadz Paino juga menyarankan agar anak anak mereka di masukan ke pondok pesantren untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi karena di zaman sekarang pendidikan itu sangat penting dan sangat dibutuhkan untuk anak anak, terutama pendidikan islamiyah.

Selepas acara kajian malam itu selesai, para santri dipersilahkan untuk istirahat dan Kembali bangun ketika sahur esok hari.

Setelah selesai sahur, para santri tidak melanjutkan tidur kembali, mereka bersiap-siap untuk pergi ke masjid dan melaksanakan sholat jamaah subuh. Selanjutnya selepas jamaah subuh selesai, salah satu santri memberikan sedikit kajian yang biasa disebut kultum kepada para warga yang berada di masjid pagi hari itu. Kajian itu berisi tentang kemuliaan bulan ramadhan, para warga mendengarkan kajian ini dengan penuh khidmat. Seusai kultum para santri dan warga melanjutkan tadarus Al Qur’an yang terpotong dan belum selesai di sore hari kemarin. Mereka menyelesaikan tadarus Al Qur’an 30 Juz, suasana di masjid pagi hari itu terasa sangat berasa kebersamaannya antara santri dan masyarakat, karena setelah tadarus selesai para santri dan warga desa menutup tadarus ini dengan membaca tahlil, beberapa sholawat, asmaul husna, dan doa khotmil qur’an. Setelah doa selesai para santri dan warga melanjutkan bersalam-salaman.

Para warga desa terlihat sangat senang, karena mereka merasa bulan ramadhan kali ini lebih berkah dari sebelumnya, mereka merasa memiliki semangat baru di bulan ramadhan tahun ini. Meskipun santri PPL ini hanya sebentar namun pengalaman ini tentu menjadi salah satu cara menyambung hubungan baik antara santri dengan masyarakat. Para santri juga belajar banyak dari pengalaman ini, mereka melatih kemampuan berkomunikasi mereka dengan masyarakat dan juga melatih jiwa kepercayaan diri mereka. Semoga ramadhan kedepannya pondok pesantren Yaqutun Nafis bisa selalu istiqomah mengirimkan santri PPL ke berbagai desa untuk menjadi semangat baru para warga di desa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *