PPL Santri Ponpes Yaqutun Nafis di Desa Kalilunjar

Oleh : Ardellia Kamil

Masih sama dengan tugas PPL sebelumnya, kali ini para santri bertugas di desa Kalilunjar Banjarmangu, santri yang bertugas kali ini adalah Elsya, Laila, dan Puspita. Mereka berangkat dari pondok pesantren di siang hari menjelang sore, mereka berangkat menuju Kalilunjar untuk melaksanakan tugas mereka sebagai santri yaitu Latihan berdakwah di masyarakat.

Sesampainya di desa Kalilunjar mereka bergegas pergi ke masjid karena waktu sudah cukup sore. Para santri memulai kegiatan pertamanya di tugas dakwah ini, kegiatan pertama tersebut adalah deresan Al Qur’an. Para santri tadarus bersama anak anak TPQ desa setempat, beberapa ustdaz TPQ dan imam masjid di desa, serta beberapa takmir masjid desa.

Para warga ikut menyimak bacaan para santri yang sedang membacakan lantunan ayat suci, suara suara lantunan ayat suci menggema di penjuru desa, para santri membacakannya dengan tartil dan fasih. Warga merasa senang karena dengan adanya santri santri ini, desa mereka menjadi begitu hidup dan terasa berkah di bulan ramadhan tahun ini karena adanya lantunan ayat suci yang menggema.

Karena begitu khusyuk membaca Al Qur’an, tak terasa waktu sudah mendekati adzan maghrib. Para santri diajak warga sekitar untuk segera ikut berbuka bersama-sama di masjid desa ini, hal ini menumbuhkan rasa kebersyukuran antara warga maupun para santri.

Seusai berbuka puasa selesai mereka mulai membersihkan area masjid untuk digunakan sholat berjamaah maghrib bersama. Tak terasa waktu begitu cepat, para santri sudah selesai sholat isya dan sholat tarawih. Setelah itu para santri lekas ber siap-siap untuk menyiapkan acara pengajian di masjid, mereka membagi tugas masing-masing, ada yang menjadi MC, membaca ayat suci Al Qu’ran dan lainnya.

Pengajian hari ini diisi oleh ustadz Paino Subarkah, di kajian ini ustadz Paino membahas tentang rukun islam yang menjadi tiang agama. Tak hanya itu, ustadz Paino juga membahas tentang banyaknya kesunnahan-kesunnahan nabi di bulan ramadhan ini, mulai dari sunnahnya berbuka puasa minum air terlebih dahulu baru membaca doa berbuka puasa hingga membahas menyambut bulan ramadhan dengan penuh gembira dan menghormati bulan yang sangat mulia ini.

Seusai pengajian selesai para santri ikut membersihkan area masjid, mereka bergotong royong dengan para warga untuk membersihkan bersama-sama. Setelah selesai membersihkannya para santri dipersilahkan untuk ber istirahat di salah satu rumah warga desa, tuan rumah ini menyiapkan kamar dan kebutuhan lainnya.

Hingga waktu sahur pagi hari tiba, para santri sahur bersama dengan tuan rumah ditemani dengan sedikit obrolan meskipun kantuk belum sepenuhnya menghilang. Setelah sahur selesai para santri bersiap-siap pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat jamaah subuh.

Seusainya sholat subuh salah satu santri yang bertugas untuk kultum maju ke depan dan menyampaikan sedikit kajian mereka kepada para warga yang hadir di masjid pagi hari itu. Para warga desa mendengarkan kultum ini dengan sangat khidmat, di kultum ini salah satu santri membahas tentang keutamaan bulan ramadhan, tak hanya kultum dari para santri saja, namun takmir masjid juga memberikan sedikit kajian di pagi hari itu.

Setelah selesai semuanya, para santri kembali ke salah satu rumah warga dan bersiap-siap untuk Kembali ke pondok pesantren. Meskipun program PPL ini hanya sebentar, namun pengalaman ini juga memberi pelajaran bagi para santri, para warga juga merasa senang dengan kedatangan santri-santri karena telah ikut serta meramaikan kegiatan positif di bulan yang penuh berkah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *