Ditulis oleh : Ardellia Kamil
Ramadhan kali ini sedikit terasa berbeda untuk para santri kelas 12 SMK Al Fatah, dikarenakan mereka mendapat tugas dakwah atau PPL di beberapa desa, salah satunya desa Gentansari, Kec. Pagedongan.
Para santri dibagi menjadi beberapa kelompok untuk dikirimkan ke beberapa desa, dalam kegiatan PPL di desa Gentansari ini ada 3 santri yang diberangkatkan untuk melaksanakan kegiatan PPL ini, 3 santri tersebut adalah Ardel, Asyfi, dan Icha.
Mereka berangkat sekitar pukul 15.00 WIB dari pondok pesantren. Sesampainya disana mereka disambut dengan sangat baik oleh para warga dan anak anak kecil yang sedang mengaji TPQ, karena waktu yang sudah sore mereka langsung pergi ke masjid desa untuk melaksanakan deresan Al Qur’an, mereka mengajak beberapa anak anak TPQ yang sudah cukup fasih dalam membaca Al Qur’an untuk ikut serta dalam kegiatan ini.
Setelah cukup lama deresan bersama, tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 17.30 dan saatnya anak anak TPQ pulang ke rumah masing masing untuk berbuka puasa bersama keluarga mereka. Sebelum anak anak dibubarkan guru TPQ di desa Semayun membagikan takjil terlebih dahulu kepada anak anak TPQ agar anak anak TPQ lebih semangat lagi dalam belajar berpuasa, khususnya untuk anak anak yang masih kecil.
Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu adzan maghrib. Para santri berbuka puasa bersama di aula TPQ lantai 2, para warga sudah menyiapkan banyak makanan dan beberapa takjil untuk dimakan bersama-sama.
Setelah selesai berbuka para santri bersiap siap turun ke masjid untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah bersama para warga desa setempat, dilanjutkan sholat isya dan sholat tarawih bersama. Setelah sholat selesai para santri bersalam salaman dengan para warga, dan hal ini menciptakan suasana yang hangat antara santri dan warga desa.
Memasuki waktu pagi hari setelah sahur, para santri bersiap siap pergi ke masjid untuk melaksanakan jamaah subuh. Selepas sholat subuh salah satu santri menyampaikan kultum kepada para jamaah yang hadir di masjid pada pagi hari ini. Kultum tersebut berisi tentang betapa pentingnya memperbanyak bacaan dzikir dan sholawat nabi pada bulan suci ramadhan. Beberapa warga yang hadir terlihat senang dan menerima dengan baik kajian yang disampaikan oleh salah satu santri ini.
Setelah kajian selesai, para santri melanjutkan deresan Al Qur’an di masjid hingga selesai 30 Juz. Para warga merasa senang mendengar lantunan bacaan Al Qur’an menggema di desa, kedatangan para santri di desa ini memberikan semangat baru di bulan ramadhan tahun ini meskipun hanya sebentar.
Kegiatan ini juga menjadi pengalaman dan pengamalan santri terhadap ilmu ilmu yang sudah mereka dapatkan di pondok pesantren. Melalui kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan karakter terbaik adalah terjun langsung ke masyarakat. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi sesama, bagi warga desa maupun bagi santri.
