Banjarnegara, 16 Agustus 2026 — Pondok Pesantren Yaqutun Nafis, Petambakan, Banjarnegara, menyelenggarakan kegiatan Talk Show “Mencari Ilmu di Negeri Sakura dan Tirai Bambu” pada Minggu, 16 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana inspiratif bagi para santri dan peserta untuk mengenal lebih jauh pengalaman menempuh pendidikan, mengembangkan kompetensi, serta memperluas wawasan hingga ke tingkat internasional.
Talk show tersebut menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman akademik dan profesional di luar negeri, yaitu Dewie Sulistyorini, S.SiT., M.Kes., Ph.D., yang menempuh bidang Health Sciences di Hiroshima University, Jepang, serta Argya Fitra Muhammad, yang mendalami bidang New Vehicle Energy di Shaanxi Polytechnic Institute, China.
Kehadiran kedua narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan gambaran secara langsung mengenai dunia pendidikan di Jepang dan China. Tidak hanya membahas pengalaman belajar, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi mengenai tantangan, proses adaptasi, budaya, kedisiplinan, serta berbagai peluang yang dapat diraih oleh generasi muda melalui pendidikan dan pengembangan diri.
Dalam kegiatan tersebut, Satria Adi Pamungkas, S.Pd., yang merupakan FPT ASEAN Week Delegate, Vietnam, bertindak sebagai moderator. Dengan suasana dialog yang interaktif, moderator mengarahkan pembahasan agar peserta dapat memperoleh informasi dan motivasi dari pengalaman kedua narasumber.
Tema “Mencari Ilmu di Negeri Sakura dan Tirai Bambu” menjadi pesan penting bahwa menuntut ilmu tidak terbatas oleh tempat dan negara. Jepang dan China menjadi contoh bagaimana pengalaman belajar di lingkungan yang berbeda dapat membuka wawasan, membentuk karakter, meningkatkan kemandirian, serta mendorong seseorang untuk terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin termotivasi untuk memiliki semangat belajar, keberanian bermimpi, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi dunia global. Pengalaman para narasumber juga menjadi bukti bahwa kesempatan untuk belajar dan berprestasi di tingkat internasional dapat diraih dengan usaha, ketekunan, serta kemauan untuk terus mengembangkan potensi diri.
Talk show ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan berbagi pengalaman semata, tetapi mampu menjadi pemantik semangat bagi para santri dan generasi muda untuk terus menuntut ilmu, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri agar mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
“Mencari ilmu sejauh mungkin, memperluas wawasan tanpa batas, dan membawa ilmu untuk memberikan manfaat.”

