Dalam rangka menanamkan nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter religius, siswa MTs Al-Fatah di lingkungan Pondok Pesantren Yaqutun Nafis Banjarnegara rutin melaksanakan pembacaan doa Asmaul Husna sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.
Setiap pagi, para siswa berkumpul di halaman sekolah dengan tertib dan penuh kedisiplinan. Dengan mengenakan seragam khas madrasah, mereka berdiri berbaris dan bersama-sama melantunkan doa yang berisi pujian kepada Allah SWT melalui Asmaul Husna. Suasana yang tercipta pun terasa khusyuk dan penuh ketenangan.
Doa Asmaul Husna yang dibaca sebelum belajar antara lain menyebut nama-nama Allah seperti Ar-Rahman (Maha Pengasih), Ar-Rahim (Maha Penyayang), Al-‘Alim (Maha Mengetahui), Al-Hakim (Maha Bijaksana), Al-Fattah (Maha Membuka), dan Ar-Razzaq (Maha Pemberi rezeki). Melalui doa tersebut, para siswa memohon agar diberikan kemudahan dalam memahami pelajaran, kelapangan hati dalam menerima ilmu, serta keberkahan dalam setiap proses belajar.
Pembiasaan ini tidak hanya bertujuan untuk memulai kegiatan dengan doa, tetapi juga sebagai sarana mengenalkan dan menanamkan kecintaan siswa terhadap Asmaul Husna. Dengan memahami makna dari setiap nama Allah, siswa diharapkan dapat meneladani sifat-sifat mulia tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak madrasah menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Selain meningkatkan spiritualitas, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, kekompakan, dan rasa tanggung jawab siswa. Hal ini sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus berakhlak mulia.
Para siswa pun merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. Mereka mengaku lebih tenang, fokus, dan siap mengikuti pelajaran setelah membaca doa Asmaul Husna bersama-sama. Lingkungan belajar menjadi lebih kondusif dan penuh semangat.
Dengan adanya pembiasaan doa Asmaul Husna sebelum belajar, MTs Al-Fatah Ponpes Yaqutun Nafis Banjarnegara terus berupaya menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman dan spiritualitas. Tradisi ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan yang seimbang antara ilmu dan nilai-nilai keislaman dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

