MENUJU BAIK ITU BAIK

Ditulis: artikel syifa syavira

          Hijrah adalah jembatan untuk kita meraih kebaikan, meski kadang jalannya tidak semudah yang kita duga. Banyak hal yang melintang yang tak kita sangka datang tanpa diminta. Namun, untuk selau menjadi baik di hari ke hari adalah tantangan tersendiri bagi orang yang mau berhijrah. Setiap manusia mesti berhijrah, yaitu menjadi lebih baik dari sebelumnya.

          Menuju baik adalah meninggalkan sesuatu kebiasaan buruk dan melaksanakan segala kebaikan dengan semampu kita. Jika kita sudah memilih untuk berjalan di jalan yang lebih baik, maka ujian yang kita dapat akan semakin banyak. Nah, justru semua itu adalah untuk kita menuju kesuksesan. Kita harus percaya bahwa menuju baik itu baik.

YANG TERPENTING

        Ilmu itu tidak hanya diperoleh dalam bentuk angka. Tidak pula dibuktikan dalam selembar ijazah yang terserak di belantara. Bahakan tidak pula segala sesuatu yang membuat seseorang terlihat hebat di mata manusia. Namun, hakikatnya ilmu adalah segala hal yang bisa mendekatkan si pencari ilmu kepada rabb-Nya dan surga terasa dekat dengannya.

Belajar merasa tak pernah puas dengan ilmu adalah jembatan yang akan mengantarkan seseorangdari zona gelap munuju zona terang benderang. Dari tidak tahu menjadi tahu. Dari tidak bisa menjadi bisa. Dari bodoh menjadi berilmu dan mulia. Terkadang atau bahkan sering, kita berusaha memaafkan Tindakan kita alias melegalisasikan perubahan kita. Mencari ilmu kadang dijadikan formalitas belaka. Kita bisa menilainya sendiri dari realitas yang ada. Belajar karena alasan prestise, harga diri atau bahkan desakan dari orang lain. Pada akhirnya, ilmu tidak menyatu dalam diri, tidak meninggalkan bekas. Ilmu kerap hanya diukur dari gelar-gelar yang berderet Panjang pada sebuah nama dari jumlah koleksi buku.

         Ilmu itu tidak dapat menolongnya dari beratnya hari yang saat itu taka da yang bisa diandalkan, kecuali amal yang dapat meringankannya. Iman,ilmu,amal : sebuah trilogy yang tidak bisa dipisahkan dan saling berkaitan. Iman tanpa ilmu, sesat lagi menyesatkan. Ilmu tanpa amal, sesat lagi merugikan. Amal tanpa ilmu, taklid yang membingungkan. Menuntut ilmu adalah ibadah, memahaminya adalah wujud takut kepada Allah, mengkajinya adalah jihad, mengajarkannya adalah sedekah, dan mengingatnya adalah tasbih. Dengan ilmu, mereka akan bertauhid dan memuji-Nya, Dengan ilmu Allah meninggrikan derajatnya. Sungguh tepat kiranya apa yang dituturkan oleh Buya Hamka  “ Iman tanpa ilmu bagaikan lentera ditangan bayi. Namun, ilmu tanpa iman bagaikan lentera ditangan pencuri.”

       Tetaplah kuat, selalu berusaha menjadi baik walau tidak dianggap baik, tetap semangat jangan menyerah ikuti alurnya, nikmati prosesnya. Tetapla tersenyum semua telah terjadi dihidupmu biarlah menjadi pengalaman terbaik dalam hidupmu. Allah tahu kebaikan dan ketulusan hatimu. Allah tahu kapan kamu harus Bahagia semuanya akan indak pada waktunya. Tidakla penting untuk menjadi terbaik dalam hifdup, ang terpenting adalah memiliki kemampuan untuk berbuat baik dengan tulus. Karena buruknya sesuatu itu tidak akan bertah lama sebab roda kehidupan selalu berputar. Waktu sepatutnya digunakan untuk intropeksi dan mengoreksi segala perilaku dan pemikiran, hingga mendorongnya untuk menjadi lebih baik. Intropeksi dan koreksi diri merupakan kesempatan untuk memperbaiki keretakan yang terjadi diantara manusia.

Penutup

Sesekali waktu seseorang itu perlu merenung dalam sunyi, menghisab diri, lalu mengambil Keputusan dengan penuh ketenangan dan hati-hati. Para pecinta ilmu yang sejati hakikatnya tida pernah merasa kenyang akan ilmu.

Semangat meraih mimpi !!

Semoga kita mempunyai rasa PRESEPTIF “ mempunyai kesadaran yang tajam.”

Bahwa kita mempunyai asa yang harus dituju dengan Upaya yang keras, mempunyai daya lihat selalu optimis dan memili IMPRESI tersendiri tak sedikit orang yang memilih untuk lebih baik. Sesekali waktu seseorang itu perlu merenung dalam sunyi, menghisab diri, lalu mengambil Keputusan dengan penuh ketenangan dan hati-hati. Para pecinta ilmu yang sejati hakikatnya tida pernah merasa kenyang akan ilmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *