Cerita Santri, Ghosob yang Bikin Deg-degan

Ditulis oleh: Santri
Subuh di pondok itu waktunya ujian iman… dan kesabaran. Mata masih lengket, sarung belum lurus, tapi kaki sudah harus melangkah ke masjid. Di depan masjid, rak sandal penuh oleh sandal swalow yang semuanya kelihatan “punya bersama”.


Seorang santri berhenti mendadak.Ia menunduk.Menengadah.Menunduk lagi.
Sandalnya hilang.
Dicari ke kiri, ke kanan, ke rak atas, ke rak bawah. Nihil. Padahal iqamah tinggal hitungan detik. Dalam keadaan darurat, ia melihat sepasang sandal lain yang warnanya sama, ukurannya pas, dan kelihatannya “tidak akan protes”.
“Bentar doang, habis shalat juga balik,” bisiknya dalam hati.


Shalat dimulai. Tapi aneh, biasanya ngantuk, sekarang malah melek. Setiap sujud, kepikiran sandal. Setiap berdiri, kepikiran dosa kecil yang rasanya besar. Imam baca panjang, hatinya ikut panjang mikirnya.
Begitu salam, ia langsung sprint keluar. Benar saja, ada santri lain mondar-mandir di depan rak sambil komat-kamit,“Lho… sandal saya ke mana?”
Keringat dingin keluar. Dengan muka setengah tobat, ia mendekat.“Mas… ini sandal punya kamu. Tadi kepakai.”
Pemiliknya santai,“Oh iya, makasih.”


Selesai urusan? Belum. Karena sandalnya sendiri masih belum ketemu. Akhirnya, ia pulang ke asrama nyeker, sambil menunduk seperti santri yang baru kena ta’zir batin.
Sampai kamar, ia melihat sandalnya…terselip manis di bawah ranjang.
Sejak hari itu, ia paham:ghosob sandal bikin shalat nggak fokus,dan pulangnya nyeker penuh penyesalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *